• Breaking News

    Blog Pendidikan, Contoh Makalah, Contoh Naskah Drama, English Text, Contoh Resensi, Contoh Surat

    Metodologi Penelitian (Materi Mencari Kebenaran)

    Krumpuls - Metodologi Penelitian (Materi Mencari Kebenaran) - Contoh Penelitian, Metodologi Penelitian, Jenis Penelitian, Cara Melakukan Penelitian, Proses Penelitian Ilmiah.





    BAB I


    PENDAHULUAN
    A.    Manusia Mencari Kebenaran
        Manusia mencari kebenaran dengan menggunakan akal sehat/logika (common sense) dan dengan ilmu pengetahuan.
    Ada empat hal pokok yang membedakan antara ilmu dan akal sehat / logika.
    1. Yang pertama, ilmu pengetahuan dikembangkan melalui struktur-stuktur teori, dan diuji konsistensi internalnya. Dalam mengembangkan strukturnya, hal itu dilakukan dengan tes ataupun pengujian secara empiris/faktual. Sedang penggunaan akal sehat/logika biasanya tidak.
    2. Yang kedua, dalam ilmu pengetahuan, teori dan hipotesis selalu diuji secara empiris/faktual. Halnya dengan orang yang bukan ilmuwan dengan cara “selektif”.
    3. Yang ketiga, ilmu pengetahuan menekankan adanya hubungan antara fenomena secara sadar dan sistematis. Pola penghubungnya tidak dilakukan secara asal-asalan.


    B.    Berbagai Cara Mencari Kebenaran
        Dalam sejarah manusia, usaha-usaha untuk mencari kebenaran telah dilakukan dengan berbagai cara seperti :
    1. Secara kebetulan ==> Ada cerita yang kebenarannya sukar dilacak mengenai kasus penemuan obat malaria yang terjadi secara kebetulan. Ketika seorang Indian yang sakit dan minum air dikolam dan akhirnya mendapatkan kesembuhan. Dan itu terjadi berulang kali pada beberapa orang. Akhirnya diketahui bahwa disekitar kolam tersebut tumbuh sejenis pohon yang kulitnya bisa dijadikan sebagai obat malaria yang kemudian berjatuhan di kolam tersebut. Penemuan pohon yang kelak dikemudian hari dikenal sebagai pohon kina tersebut adalah terjadi secara kebetulan saja.
    2. Trial And ErrorCara ==> lain untuk mendapatkan kebenaran ialah dengan menggunakan metode “trial and error” yang artinya coba-coba. Metode ini bersifat untung-untungan.
    3. Melalui Otoritas ==> Kebenaran bisa didapat melalui otoritas seseorang yang memegang kekuasaan, seperti seorang raja atau pejabat pemerintah yang setiap keputusan dan kebijaksanaannya dianggap benar oleh bawahannya. Dalam filsafat Jawa dikenal dengan istilah ‘Sabda pendita ratu” artinya ucapan raja atau pendeta selalu benar dan tidak boleh dibantah lagi.
    4. Berpikir Kritis/Berdasarkan Pengalaman ==> Metode lain ialah berpikir kritis dan berdasarkan pengalaman. Contoh dari metode ini ialah berpikir secara deduktif dan induktif. Secara deduktif artinya berpikir dari yang umum ke khusus; sedang induktif dari yang khusus ke yang umum. Metode deduktif sudah dipakai selama ratusan tahun semenjak jamannya Aristoteles.
    5. Melalui Penyelidikan Ilmiah ==> Menurut Francis Bacon Kebenaran baru bisa didapat dengan menggunakan penyelidikan ilmiah, berpikir kritis dan induktif. Catatan : tumbuhnya ilmu pengetahuan modern yang menghasilkan penemuan-penemuan baru, seperti pada tahun 1609 Galileo menemukan hukum-hukum tentang planet, tahun 1618 Snelius menemukan pemecahan cahaya dan penemuan-penemuan penting lainnya.

    C.    Beberapa Pengertian Dasar
        Konsep :
    Konsep adalah istilah dan definisi yang digunakan untuk menggambarkan gejala secara abstrak, contohnya seperti kejadian, keadaan, kelompok. Diharapkan peneliti mampu memformulasikan pemikirannya kedalam konsep secara jelas dalam kaitannya dengan penyederhanaan beberapa masalah yang berkaitan satu dengan yang lainnya. Dalam dunia penelitian dikenal dua pengertian mengenai konsep, yaitu Pertama konsep yang jelas hubungannya dengan realita yang diwakili, contoh : meja, mobil dll nya Kedua konsep yang abstrak hubungannya dengan realitas yang diwakili, contoh : kecerdasan, kekerabatan, dllnya.
    1. Konstruk (construct) adalah suatu konsep yang diciptakan dan digunakan dengan kesengajaan dan kesadaran untuk tujuan-tujuan ilmiah tertentu.
    2. Proposisi adalah hubungan yang logis antara dua konsep. Contoh : dalam penilitian mengenai mobilitas penduduk, proposisinya berbunyi : “proses migrasi tenaga kerja ditentukan oleh upah“ (Harris dan Todaro).
    3. Teori Salah satu definisi mengenai teori ialah serangkaian asumsi, konsep, konstruk, definisi dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena secara sistematis dengan cara merumuskan hubungan antar konsep (Kerlinger). Definisi lain mengatakan bahwa teori merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari satu disiplin ilmu.


    Teori mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut;
    • Harus konsisten dengan teori-teori sebelumnya yang memungkinkan tidak terjadinya kontraksi dalam teori keilmuan secara keseluruhan.
    • Harus cocok dengan fakta-fakta empiris, sebab teori yang bagaimanapun konsistennya apabila tidak didukung oleh pengujian empiris tidak dapat diterima kebenarannya secara ilmiah.
    1. Teori Koherensi (Konsisten) ==> Yang dimaksud dengan teori koherensi ialah bahwa suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Contohnya ialah matematika yang bentuk penyusunannya, pembuktiannya berdasarkan teori koheren.
    2. Teori Korespondensi (Pernyataan sesuai kenyataan) ==> Teori korespondensi dipelopori oleh Bertrand Russel. Dalam teori ini suatu pernyataan dianggap benar apabila materi pengetahuan yang dikandung berkorespondensi dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Contohnya ialah apabila ada seorang yang mengatakan bahwa ibukota Inggris adalah London, maka pernyataan itu benar. Sedang apabila dia mengatakan bahwa ibukota Inggris adalah Jakarta, maka pernyataan itu salah; karena secara kenyataan ibukota Inggris adalah London bukan Jakarta.
    3. Teori Pragmatis (Kegunaan di lapangan) ==> Tokoh utama dalam teori ini ialah Charles S Pierce. Teori pragmatis mengatakan bahwa kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis. Kriteria kebenaran didasarkan atas kegunaan teori tersebut. Disamping itu aliran ini percaya bahwa suatu teori tidak akan abadi, dalam jangka    waktu tertentu itu dapat diubah dengan mengadakan revisi.



    BAB II

    KONSEP METODOLOGI DAN JENIS-JENIS PENELITIAN
    a.    Konsep Metodologi
        Metode (Method) : suatu prosedur atau cara mengetahui sesuatu, yang mempunyai langkah yang sistematis. (Peter R. Senn).
    • Metodologi (methodology) : Ilmu pengetahuan tentang metode.
    • Metodologi Penelitian : Ilmu tentang berbagai metode yang digunakan dalam penelitian.
    • Penelitian ( Research) : secara etimologis re : kembali dan to search : mencari, dengan demikian Research berarti mencari kembali data di objek penelitian untuk menjawab rumusan masalah.
    Metode Penelitian Administrasi adalah cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data yang objektif, valid dan reliable dengan tujuan dapat menemukan, menguji dan mengembangkan suatu pengetahuan sehingga dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah dalam bidang administrasi.


    b.     Jenis – Jenis Penelitian
        Jenis – jenis penelitian dibedakan berdasarkan jenis data yang diperlukan secara umum dibagi menjadi dua: penelitian primer dan penelitian sekunder.

    1)    Penelitian Primer
    Penelitian primer membutuhkan data atau informasi dari sumber pertama, biasanya kita sebut dengan responden. Data atau informasi diperoleh melalui pertanyaan tertulis dengan menggunakan kuesioner atau lisan dengan menggunakan metode wawancara.

    2)    Penelitian Sekunder
    Penelitian sekunder menggunakan bahan yang bukan dari sumber pertama sebagai sarana untuk memperoleh data atau informasi untuk menjawab masalah yang diteliti. Penelitian ini juga dikenal dengan penelitian yang menggunakan studi kepustakaan dan yang biasanya digunakan oleh para peneliti yang menganut paham pendekatan kualitatif.


     BAB III

    USULAN PENELITIAN
    a.    Pengertian
        Usulan penelitian merupakan sarana bagi peneliti untuk mengkomunikasikan pemikirannya mengenai masalah yang akan diteliti dan berfungsi untuk meyakinkan pembaca atau penilai bahwa pemikiran peneliti layak untuk dilaksanakan dan setidak-tidak akan memberikan manfaat terkait dengan disiplin ilmu yang bersangkutan. Karena fungsi usulan penelitian tersebut, maka usulan penelitian hendaknya ditulis berorientasi kepada pembaca / penilai / pemberi dana.


    b.     Sistematika Usulan Penelitian
    Adapun sistematikanya adalah sebagai berikut:

    1)    Judul Penelitian
    Pada umumnya judul penelitian mencerminkan setidak-tidaknya hubungan antar dua variable atau lebih. Dalam penulisan judul sebaiknya dibuat sesingkat mungkin dengan menggunakan bahasa lugas dan spesifik sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami apa yang akan dilakukan oleh peneliti.

    2)    Bidang Ilmu
        Bagian ini memberikan penjelasan mengenai bidang ilmu yang diteliti.

    3)     Pendahuluan
    Pada pendahuluan biasanya peneliti mengungkapkan alasan utama mengapa yang bersangkutan memilih masalah tertentu yang akan diteliti sehingga pihak pembaca dapat memahami mengenai pentingnya masalah tersebut untuk diteliti dari sisi ilmiah. Pada bagian ini pula, peneliti bolehmenuliskan keinginan peneliti untuk mengungkapkan suatu gejala / konsep / dugaan yang sedang dipikirkan.

    4)    Perumusan Masalah
    Pada umumnya rumusan masalah dituliskan dalam kalimat tanya dan sebaiknya perumusan masalah mencerminkan hubungan dua variabel atau lebih. Peneliti juga hendaknya menyebutkan Hipotesis yang akan diuji serta pendekatan, metode dan teknik dalam menjawab masalah yang akan diteliti.

    5)     Tinjauan Pustaka
    Pada bagian ini peneliti menguraikan kajian pustaka yang mendasari penelitian yang akan dilakukan yang diambil dari sumber acuan terbaru, misalnya dari buku ataupun jurnal. Hal yang dibahas dalam bagian ini ialah teori yang relevan dan hasil penelitian sejenis terdahulu..Tujuannya ialah agar tidak terjadi pembahasan masalah yang sama atau duplikasi penelitian orang lain.

    6)     Tujuan Penelitian
    Tujuan penelitian berisi uraian yang menjawab perumusan masalah di atas. Disamping itu pula pada bagian ini peneliti dapat juga menguraikan tujuannya untuk menerangkan, membuktikan atau mengaplikasikan suatu gejala, konsep, dugaan.

    7)    Kontribusi Penelitian
    Disini peneliti menjelaskan kontribusi atau manfaat penelitian yang akan dilaksanakan dari sisi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, pemecahan masalah pembangunan dan pengembangan kelembagaan.

    8)    Metode Penelitian
    Bagian ini menjelaskan metode yang digunakan untuk menjawab masalah secara detil yang meliputi variable yang diteliti, desain riset yang digunakan, teknik pengumpulan data, teknik analisa data, cara penafsiran dan penyimpulan hasil penelitian.

    9)    Jadwal Pelaksanaan
    Jadwal penelitian sebaiknya ditulis secara rinci mulai dari persiapan, penyusunan instrumen penelitian, pengambilan data, pengolahan dan analisa data serta laporan penelitian.

    10)    Personalia Penelitian
        Nama peneliti dan stafnya (jika ada) ditulis pada bagian ini

    11)    Perkiraan Biaya Penelitian
    Tuliskan perkiraan biaya penelitian dengan rinci dan mengacu pada format tertentu yang berlaku dalam menentukan besarnya poin-poin yang harus dibayai.

    12)    Lampiran-Lampiran:

        Lampiran berisi diantaranya:
    1. Daftar Pustaka
    2. Riwayat Hidup Peneliti Singkat
    3. Instrumen Penelitian
    4. Gambar-gambar


    BAB IV
    TAHAP- TAHAP PROSES PENELITIAN
    Tahap-tahap proses penelitian meliputi :
    Bab I PENDAHULUAN
    A.    Latar belakang Masalah
    B.    Identifikasi dan Perumusan Masalah
    C.    Tujuan Penelitian
    D.    Kegunaan Penelitian

    Bab II TINJAUAN PUSTAKA
    A.    Landasan Teori/Kerangka Konsepsi Dasar Pemikiran/ Pengkajian Teoritis / Tinjauan Teori
    B.    Pembahasan Penelitian yang relevan.

    Bab III METODE PENELITIAN
    A.    Rancangan Penelitian / Perspektif Pendekatan Penelitian.
    B.    Ruang lingkup / Fokus Penelitian
    C.    Lokasi penelitian / Situs Penelitian
    D.    Variabel penelitian / Fenomena penelitian
    E.    Jenis dan Sumber Data
    F.    Instrumen Penelitian
    G.    Populasi dan teknik pengambilan sampel
    H.    Teknik Pengumpulan Data
    I.    Teknik Analisis Data


    Bab IV PEMBAHASAN
    A.    Hasil Penelitian
    B.    Analisi Hasil Penelitian
    C.    Pembahasan


    Bab V PENUTUP
    A.    Kesimpulan
    B.    Saran


    Bagian Akhir Berisi
    1.    Daftar Kepustakaan
    2.    Lampiran – lampiran
    3.    Tabel / gambar / bagan
    4.    Biodata Peneliti

    Fashion

    Beauty

    Travel