• Breaking News

    Blog Pendidikan, Contoh Makalah, Contoh Naskah Drama, English Text, Contoh Resensi, Contoh Surat

    Kumpulan Puisi KASIH SAYANG SEORANG IBU

    Krumpuls - Kumpulan Puisi KASIH SAYANG SEORANG IBU - Artikel ini adalah curahan hati si penulis, bagaimana seorang ibu itu. puisi tentang ibu adalah puisi yang sangat keren , yang menggambarkan kasih sayang yang sangat besar ibu terhadap anaknya.




    *1


    Ibu...

    adalah wanita yang telah melahirkanku
    merawatku
    membesarkanku
    mendidikku
    hingga diriku telah dewasa

    Ibu...

    adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
    tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
    tatkala perutku terasa lapar dan haus
    tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

    Ibu...

    adalah wanita yang penuh perhatian
    bila aku sakit
    bila aku terjatuh
    bila aku menangis
    bila aku kesepian



    Ibu...

    telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
    terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
    terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
    terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
    terdapat sinar kelelahan karena aku

    Aku yang selalu merepotkanmu
    aku yang selalu menyita perhatianmu
    aku yang telah menghabiskan air susumu
    aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu



    Ibu...

    engkau menangis karena aku
    engkau sedih karena aku
    engkau menderita karena aku
    engkau kurus karena aku
    engkau korbankan segalanya untuk aku

    Ibu...

    jasamu tiada terbalas
    jasamu tiada terbeli
    jasamu tiada akhir
    jasamu tiada tarajasamu terlukis indah di dalam surga

    Ibu...

    hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
    karena jasamu
    tiada terbalas
    Hanya tangisku sebagai saksiatas rasa cintaku padamu




    *2


    Anakku,…
    Bila ibu boleh memilih
    Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
    Maka ibu akan memilih mengandungmu…
    Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

    Sembilan bulan nak,… engkau hidup di perut ibu
    Engkau ikut kemanapun ibu pergi
    Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
    Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata…

    Anakku,…
    Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
    Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu

    Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
    Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
    Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
    Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
    Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
    Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun

    Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
    Saat itulah… saat paling membahagiakan
    Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
    Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
    Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu

    Anakku,…
    Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,

    Maka ibu memilih menyusuimu,
    Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
    Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
    Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

    Anakku,…
    Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
    Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
    Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu



    Tetapi anakku…
    Hidup memang pilihan…
    Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
    Maka maafkanlah nak…

    Maafkan ibu…
    Maafkan ibu…
    Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
    Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang

    Percayalah nak…
    Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
    Percayalah nak…
    Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…




    *3

    Ibu, hari ini aku berkarya,
    Tersenyumlah...! Sebab engkau jarang tersenyum...
    Ibu, hari ini aku berbicara,
    Tentang engkau yang telah mendewasakan aku.

    Ibu...,

    Sejenak aku merenung dan terbayang akan kasih sayangmu
    Sejak aku masih kecil, engkau merawat aku dengan penuh kasih sayang
    Di saat aku sedang bertumbuh, dan berusaha untuk tahu segalanya
    Saat itu aku sering berontak akan nasehat-nasehat dan perintah-perintahmu
    Sehingga engkau marah dan membentakku, dan tak segan memukul
    Tak kusadari itu karena kasih sayangmu padaku.

    Kini aku telah melewati batas itu
    Dan bertumbuh dewasa meski berbeda dengan yang ibu harapkan,
    Karena benih pemberontakan masih melekat dalam diriku

    Oh..., betapa kejamnya aku!
    Ibu..., cintamu begitu mulia padaku
    Sekalipun engkau tiada dana dan daya.

    Tetapi engkau tetap berusaha memberiku kehidupan...
    Sekalipun engkau lemah dan menderita,
    Tetapi engkau tetap berusaha memberiku yang terindah...
    Dan sekalipun engkau dalam marabahaya,
    Tetapi engkau berusaha lebih dulu menjagaku.

    Tak dapat kulukiskan betapa besarnya pengorbananmu,
    Engkau bagaikan lilin kecil yang menerangi ruang hidupkku yang gelap
    Meski kecil tetapi cahayamu dapat menjadi pelita bagiku

    Alangkah bodohnya aku, tak tahu berbalas budi dan tak perduli
    Ibu..., di saat engkau berbicara kepada Yang Maha Kuasa
    Engkau tak pernah lupa untuk memohon kepada-Nya agar aku didampingi-Nya
    Ibu..., di saat engkau berada di tanah sebrang yang jauh...
    Engkau selalu ingat akan diriku.
    Ibu..., tanpa engkau... mungkin aku akan menderita.


    Ibu, aku tidak tahu apakah ada kesempatan lain,
    Tapi, inilah kesempatanku untuk berkarya.
    Ibu, aku tahu diriku telah menyakitimu
    Tapi inilah kesempatanku untuk bermohon: Ampunilah aku...!

    Ibu, engkau jarang tersenyum untukku,
    Tapi inilah kesempatanku untuk berkata: tersenyumlah untukku...!
    Ibu, pengorbananmu tak dapat ditukarkan dengan materi
    Tapi, di hari kebesaranmu ini kankulukiskan dalam hati dengan persembahan sebuah karya;
    Dan di hari kebesaranmu ini aku berkesempatan untuk mengucapkan:

    TERIMA KASIH IBU...!



    Demikianlah puisi yang bisa saya shere mengenai Kumpulan Puisi KASIH SAYANG SEORANG IBU, smoga puisi Kumpulan Puisi KASIH SAYANG SEORANG IBU bisa bermanfaat dan berguna untuk anda.

    Kumpulan Puisi KASIH SAYANG SEORANG IBU adalah kumpulan contoh puii yang banyak dicari untuk memperingati hari ibu.

    Fashion

    Beauty

    Travel